• Cerita Mekanik Freelance di Masa Pandemi

     

    Curhatan Mekanik Freelance di Masa Pandemi

    Tanpa Terasa pandemi Covid – 19 sudah setahun berlalu, tetapi dari pihak pemerintah masih belum memberikan kepastian kapan pandemi ini akan berakhir. Padahal, kalau kita melihat kondisi masyarakat Indonesia yang terkena dampak pandemi ini, semuanya sepakat pada satu keputusan “ kami ingin hidup kembali normal seperti dahulu “.

    Pandemi ternyata telah melumpuhkan segala lini kehidupan. Sebut saja dari sektor agama, sektor pendidikan maupun sektor ekonomi yang menjadi inti dasar dalam kehidupan bermasyarakat. Pembatasan Skala Besar Bersosial benar – benar menjadi tembok dalam beraktifitas sehari – hari. Mereka tidak bisa beribadah sebebas biasanya, mereka juga tidak bisa belajar sebebas biasanya bahkan mereka merasakan dampak perekonomian yang begitu luar biasa. Tak terkecuali para montir / mekanik freelance berikut ini. Pada masa pandemi ternyata mereka juga ikut terkena dampak pandemi.



    Cerita kali ini datang dari seorang anggota salah satu komunitas freelance bengkel di daerah Pantura atau lebih tepatnya di Alas Roban, beliau lebih familiar dikenal dengan sebutan mas Kentong. Sehari – hari mas Kentong bekerja sebagai frelance bengkel di daerah jalur pantura. Jadi jam berapapun ada panggilan job bengkel, dia beserta teman komunitas yang sudah menyanggupi akan langsung datang di mana truk atau bus tersebut mogok, tak perduli waktu menunjukkan pukul berapapun. Dahulu sebelum adanya pandemi, sehari dia bisa medapat panggilan job bahkan sampai 4 kali. Ini disebabkan, karena truk atau bus pengangkut jasa masih belum di batasi terkait pengiriman barang, dikarenakan permintaan pasar yang tinggi, sehingga kendaraan bertipe colt diesel tersebut bisa berkali – kali beroperasi mengantarkan pesanan.

    Cerita Setelah Pandemi

    Pada awal – awal masa pandemi tahun 2020 lalu, ternayata tak hanya sektor produksi maupun sektor perdagangan yang terkena dampaknya. Ternyata, itu semua berpengaruh juga terhadap jasa freelance bengkel. Dalam pernyataanya dia menuturkan bahkan jasa freelance bengkel ini sampai mengalami penurunan hingga 40 %. Coba sekarang kita hitung saja, andaikan biasanya truk – truk itu mengirim barang sampai 4 kali pengiriman dihari – hari biasa, maka dimasa pandemi ini, truk tersebut hanya bisa mengirim satu kali saja. Maka wajar ketika masa pandemi ini permintaan pasar berkurang, Industri produksipun juga akan berkurang. Begitu juga dengan penggunaan jasa kirim barang, pastinya juga akan ikut berkurang. Inilah faktor utama menurunya jasa freelance bengkel, yang biasanya dia memperbaiki kendaraan yang rusak akibat sering beroperasi kini berkurang karena kendaraan tersebut hanya 1 atau dua kali beroperasi. Sehingga kerusakan kendaraan juga tidak terlalu sering.

    Tetapi di awal tahun 2021 ini tingkat pengguna jasa freelance sudah mulai mengalami keramaian. Kuncinya apa ? hanya satu jika ekonomi sudah normal kembali maka akan lebih sering jasa pengantar barang beroperasi, sehingga kendaraan truk maupun bus tersebut akan lebih sering untuk mendapat perawatan. Sehingga freelance bengkelpun akan lebih mengalami banyaknya panggilan jasa bengkel. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kembali normal semua seperti sedia kala. Aminnnnn,,,,,,jangan lupa bersyukur ya !!!!

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.