• Ikan pidis ( Pedas ) dan Sayur Kangkung Bunda ( Atinggola Baik )

     Ikan pidis ( Pedas ) dan Sayur Kangkung Bunda ( Atinggola Baik )



    Kisah berikut datang ketika kami mendapat tugas untuk pengabdian di Desa Maen, kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Secara Geografis kampung ini berada di antara desa Wineru dan juga desa Winuri. Berbeda dengan kampung lain yang ada di daerah Minahas Utara, Desa Maen mayoritas penduduknya adalah muslim. Penduduk desa ini kebanyakan bukan asli dari Minahasa. Mereka lebih banyak berasal dari suku Atinggola, provinsi Gorontalo. Jadi sangat wajar jika kampung Maen mayoritas penduduknya orang muslim.

    Ketika itu kami berkesempatan untuk mengunjungi salah satu tokoh di daerah tersebut bahkan bisa dibilang beliau adalah salah satu tokoh Sulawesi Utara. Namanya adalah Dr. Nasruddin Yusuf, beliau adalah mantan Rektor IAIN Manado, ketua MUI Sulawesi Utara dan juga anggota FKUB Sulawesi Utara, serta Ketua PWM Sulawesi Utara. Pagi hari sekitar pukul 05.00 WITA beliau sendiri yang langsung datang menjemput kami di bandara Sam Ratulangi Manado untuk diantar kerumahnya di desa Maen.

    Sampai di Kampung Maen

    Akhirnya kami sampai dirumah beliau. Istri beliau atau biasa dipanggil bunda Fathum langsung menyuguhkan kami kopi hangat serta sedikit cookies ( kue ) untuk dimakan bersama kopi. bersama dengan itu pula kami juga berkenalan sekaligus mengobrol dengan salah satu tokoh desa tersebut yakni kakek Ibrahim, yang ternyata juga masih mertua dari beliau. Banyak sekali obrolan yang disajikan dari mulai cerita tentang kondisi kami di Jawa sampai cerita pula tentang sedikit kampung Maen dan juga Sulawesi Utara.

    Lebih dari satu jam sudah berlalu. Tampaknya ada satu hal rutinitas yang wajib dilakukan . ya benar sekali, keadaan memaksa kami untuk menambah kembali amunisi didalam perut. Padahal pagi tadi kami sudah sedikit memasukkan kopi dan juga roti. Tak lama setelah itu bunda datang menghampiri kami. Ternyata dia ingin menyampaikan sebuah informasi perihal masakan sarapan yang ternyata sudah dia siapakan untuk kami. Benar sekali ketika kami sudah sampai di meja makan disana sudah tersaji nasi dengan lauk Ikan Pedas dan juga Sayur kangkung. Tanpa berlama kami mencicipi makanan yang telah dimasak oleh bunda. Akhirnya kami mendapati sebuah rasa makanan yang sangat lezat yang mungkin rasa baru di lidah kami sebagai orang Jawa yang notabene meiliki ciri khas makanan manis. Ternyata lidah kami langsung cocok dengan masakan bunda. Oleh karena itu kami sedikit bertanya kepada bunda perihal resep rahasia apa yang ada dimasakan tersebut.



    Akhirnya tanpa berlama – lama bunda menjelaskan bagaimana dia membuat makanan tersebut. Pertama perihal masakan ikan pedas rahasianya Cuma sederhana, beliau menjelaskan sama saja masak ikan pada umumnya. Kita tambahkan saja rica (cabe dalam bahasa Manado) bersama  bawang merah yang sudah ditumbu, kemudian masukkan bersama ikan dan tunggu hingga satu menit. Setelah semua itu dimasukkan tambahkan tomat yang sudah diriis. Selanjutnya untuk memasak kangkung. Beliau memasak bawang merah dan bawang putih dahulu beserta bumbu yang lain kemudian dimasukkan kangkung dan ditunggu hingga matang. Diakui memang masakan pedas menjadi ciri khas di Sulawesi Utara tapi ternyata rasa pedas ini langsung cocok di lidah kami orang jawa yang terbiasa makan masakan manis.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.